Tuesday, 12 November 2013

Inikah Ironi?



2013....apa kabarmu pendidikan?
Di balik istilah-istilah maha dahsyatmu,
KBK, KTSP, pendidikan karakter,
dan entah istilah apa lagi yang nanti datang kemudian
Tersimpan berbongkah-bongkah gundukan
dalam hati yang mengganjal

Inikah Ironi?
Siapa yang butuh pendidikan?
Untuk siapa pendidikan?
Berasaskan ‘education for all’
Tapi kenyataan tak sepadan..

Inikah Ironi?
Dia..anak itu, Asep si penjual koran
Dan itu, icik icik si Hasan pengamen perempatan
Tak lupa dia si Odah yang selalu menggendong asongan
Mereka semua butuh pendidikan
Tapi tak mampu untuk makan bangku sekolahan
Alhasil hanya mimpi kecil yang bisa mereka gantungkan
Di dalam rumah kardus berhimpitan
Yaitu bisa makan kenyang setelah capek seharian

Inikah Ironi?
Jauh jauh jauuuh dari itu semua,
Di dalam gedung-gedung agung
Di apartemen-apatemen keren
Di sekolah-sekolah yang megah
Yang biayanya semakin membunting
Si Kevin malah asyik browsing,
Si Tomas ketagihan chatting,
Si David tak henti-hentinya clubbing,

Inikah ironi?
Mereka semua selalu dimanja dengan berbagai fasilitas,
Namun selalu mereka gunakan dengan tak pantas,
Lulus sekolah, langsung kuliah
Mereka bilang “untuk formalitas”
Berbeda dengan Asep, Hasan, dan Odah
Bisa lulus SD sudah alkhamdulillah

Inikah Ironi?
Kampus mewah jadi tempat tongkrongan
Bukannya mencari kepandaian
Sana-sini malah cari gebetan
Akal dan jiwanya belum cerdas,
Namun moralnya sudah semakin tertindas,
Hujan bullyingpun semakin deras,
Lulus kuliah, jadi sarjana, mereka langsung bekerja
Bukannya memakmurkan bangsa,
Gaji tinggi, tapi masiiiiih saja korupsi !

Inikah Ironi?
Yang aku bingungkan..yang aku pikirkan
Sudah lulus sekolah,
Sudah lulus kuliah
Eeetdah malah jadi lintah?
Sekali lagi tanya ini muncul dalam hati..
Inikah ironi?



No comments:

Post a Comment