2013....apa
kabarmu pendidikan?
Di balik istilah-istilah
maha dahsyatmu,
KBK, KTSP, pendidikan
karakter,
dan entah
istilah apa lagi yang nanti datang kemudian
Tersimpan berbongkah-bongkah
gundukan
dalam hati yang mengganjal
Inikah Ironi?
Siapa yang butuh
pendidikan?
Untuk siapa
pendidikan?
Berasaskan
‘education for all’
Tapi kenyataan
tak sepadan..
Inikah Ironi?
Dia..anak itu,
Asep si penjual koran
Dan itu, icik
icik si Hasan pengamen perempatan
Tak lupa dia si Odah
yang selalu menggendong asongan
Mereka semua
butuh pendidikan
Tapi tak mampu
untuk makan bangku sekolahan
Alhasil hanya
mimpi kecil yang bisa mereka gantungkan
Di dalam rumah
kardus berhimpitan
Yaitu bisa makan
kenyang setelah capek seharian
Inikah Ironi?
Jauh jauh jauuuh
dari itu semua,
Di dalam
gedung-gedung agung
Di
apartemen-apatemen keren
Di
sekolah-sekolah yang megah
Yang biayanya
semakin membunting
Si Kevin malah
asyik browsing,
Si Tomas
ketagihan chatting,
Si David tak henti-hentinya
clubbing,
Inikah ironi?
Mereka semua
selalu dimanja dengan berbagai fasilitas,
Namun selalu
mereka gunakan dengan tak pantas,
Lulus sekolah,
langsung kuliah
Mereka bilang
“untuk formalitas”
Berbeda dengan Asep,
Hasan, dan Odah
Bisa lulus SD
sudah alkhamdulillah
Inikah Ironi?
Kampus mewah jadi
tempat tongkrongan
Bukannya mencari
kepandaian
Sana-sini malah
cari gebetan
Akal dan jiwanya
belum cerdas,
Namun moralnya sudah
semakin tertindas,
Hujan
bullyingpun semakin deras,
Lulus kuliah,
jadi sarjana, mereka langsung bekerja
Bukannya
memakmurkan bangsa,
Gaji tinggi, tapi
masiiiiih saja korupsi !
Inikah Ironi?
Yang aku bingungkan..yang
aku pikirkan
Sudah lulus
sekolah,
Sudah lulus
kuliah
Eeetdah malah
jadi lintah?
Sekali lagi
tanya ini muncul dalam hati..
Inikah ironi?
No comments:
Post a Comment